V12: Shakes and Rattles, but Rolls

Mobil yang telah menempuh jarak 1.174 km, melawan dua mobil yang telah direstorasi oleh RAC.

Jika menengok ke belakang, mungkin saya akan lebih memilih mengemudikan Lincoln (Continental) saat musim panas setelah lama tidak mengemudi. Namun, jika saya tidak coba mengemudikannya, bagaimana saya mengetahui apa yang mesti diperbaiki?

Akhirnya, saya mendapati beberapa kerusakan yang perlu perbaikan. Diantaranya, mesin. Yang lainnya, poros roda belakang.

Walaupun pemilik sebelumnya tidak melakukan sesuatu yang dapat merusaknya, namun kenyataannya memang rusak. Jalanan rusak dituding sebagai penyebab dari kerusakan itu. Seorang teman pun pernah memberitahu, bahwa dari knalpotnya keluar asap. Walaupun tidak terlalu parah, namun sebaiknya perlu dicek juga.

Begitu juga dengan poros rodanya yang perlu perbaikan. Saat di kemudikan di jalan umum, Lincoln terasa sangat berat. Ketika menikung, terdengar bunyi desingan yang sepertinya berasal dari putaran roda belakang.

Karena tromol rem menyatu dengan bagian tengah roda, puller-nya perlu diperiksa (asumsi saya, salah satu per kampas rem lepas dari pegangannya, sehingga kampas rem ikut berputar). Yang memalukan, RAC tidak memiliki puller untuk Ford keluaran tahun 1940!           

Kembali ke garasi saya, dan berkat puller milik Chris Hosegood, akhirnya saya dapat melepas tromol rem dan mencari tahu apa kerusakannya. Ternyata tromol tersebut menekan bearing poros roda, sehingga menimbulkan kerusakan. Namun, Chris berkata, kerusakan itu dapat lebih buruk jika dibiarkan.

Kecemasan lainnya, bagian tengah poros rodanya oblak. Mengganti satu set, saya rasa lebih baik daripada hanya satu bagian, dan saya telah mempersiapkan dengan produk Columbia yang lebih kuat.

Sebenarnya overdrive ini adalah komponen orisinil mobil saya. Namun, sayangnya, telah hilang selama bertahun-tahun. Dikenal diantara para hot-rodder, poros roda Columbia sulit dicari. Sebagian telah hancur saat kebakaran yang menimpa Deuces.

Mencari melalui para anggota, akhirnya saya bertemu dengan John Connely di Temecula, California, yang telah mendapatkan satu, dan memperbaikinya untuk saya seperti permintaan saya sebelumnya.

Sebelum kerusakan mekanis ini terjadi, salah satu perjalanan yang paling mengesankan bersama si Limping Hiefer adalah saat mengikuti Rally of the Giants di Knebworth, dimana kami berhasil mengalahkan tujuh mobil bermesin V12 – rekor baru bagi Inggris.

Pete Birtles mengemudikan Coupe-nya, mobil yang memicu kegilaan saya, hasil modifikasi Leeds dan Colin Spong. Sementara sang kakak, Adrian, membawa tiga mobil cadangan (yang keempat sedang direstorasi!).

Copyright © 2016 otoblitzclassic.com, All Rights Reserved

Finali Mondiali

Otoblitz TV

InstagramFacebookTwitter
restoration

V12: Shakes and Rattles, but Rolls

Mobil yang telah menempuh jarak 1.174 km, melawan dua mobil yang telah direstorasi oleh RAC.

Jika menengok ke belakang, mungkin saya akan lebih memilih mengemudikan Lincoln (Continental) saat musim panas setelah lama tidak mengemudi. Namun, jika saya tidak coba mengemudikannya, bagaimana saya mengetahui apa yang mesti diperbaiki?

Akhirnya, saya mendapati beberapa kerusakan yang perlu perbaikan. Diantaranya, mesin. Yang lainnya, poros roda belakang.

Walaupun pemilik sebelumnya tidak melakukan sesuatu yang dapat merusaknya, namun kenyataannya memang rusak. Jalanan rusak dituding sebagai penyebab dari kerusakan itu. Seorang teman pun pernah memberitahu, bahwa dari knalpotnya keluar asap. Walaupun tidak terlalu parah, namun sebaiknya perlu dicek juga.

Begitu juga dengan poros rodanya yang perlu perbaikan. Saat di kemudikan di jalan umum, Lincoln terasa sangat berat. Ketika menikung, terdengar bunyi desingan yang sepertinya berasal dari putaran roda belakang.

Karena tromol rem menyatu dengan bagian tengah roda, puller-nya perlu diperiksa (asumsi saya, salah satu per kampas rem lepas dari pegangannya, sehingga kampas rem ikut berputar). Yang memalukan, RAC tidak memiliki puller untuk Ford keluaran tahun 1940!           

Kembali ke garasi saya, dan berkat puller milik Chris Hosegood, akhirnya saya dapat melepas tromol rem dan mencari tahu apa kerusakannya. Ternyata tromol tersebut menekan bearing poros roda, sehingga menimbulkan kerusakan. Namun, Chris berkata, kerusakan itu dapat lebih buruk jika dibiarkan.

Kecemasan lainnya, bagian tengah poros rodanya oblak. Mengganti satu set, saya rasa lebih baik daripada hanya satu bagian, dan saya telah mempersiapkan dengan produk Columbia yang lebih kuat.

Sebenarnya overdrive ini adalah komponen orisinil mobil saya. Namun, sayangnya, telah hilang selama bertahun-tahun. Dikenal diantara para hot-rodder, poros roda Columbia sulit dicari. Sebagian telah hancur saat kebakaran yang menimpa Deuces.

Mencari melalui para anggota, akhirnya saya bertemu dengan John Connely di Temecula, California, yang telah mendapatkan satu, dan memperbaikinya untuk saya seperti permintaan saya sebelumnya.

Sebelum kerusakan mekanis ini terjadi, salah satu perjalanan yang paling mengesankan bersama si Limping Hiefer adalah saat mengikuti Rally of the Giants di Knebworth, dimana kami berhasil mengalahkan tujuh mobil bermesin V12 – rekor baru bagi Inggris.

Pete Birtles mengemudikan Coupe-nya, mobil yang memicu kegilaan saya, hasil modifikasi Leeds dan Colin Spong. Sementara sang kakak, Adrian, membawa tiga mobil cadangan (yang keempat sedang direstorasi!).

15 Tahun Otoblitz