Zoltan Glass

Selama bertahun-tahun, saya kira Zoltan Glass hanya memiliki sedikit foto tentang balap. Betapa salahnya saya! Mulai dari pameran otomotif hingga balap Grand Prix, fashion shoot sampai perjalanan di Afrika, berhasil diabadikan Glass. Dia bukan hanya fotografer, namun pecinta mobil juga, bahkan mengikuti balapan di Jerman sejak 1934-1936.

Di dunia otomotif, Bradford dikenal akan Jowett bersaudaranya. Namun, kota Yorkshire bukanlah tempat untuk menemukan harta-karun foto-foto balapan mobil pre-war asal Jerman.

Bulan lalu, Daimler-Benz AG mengundang saya ke National Media Museum (NMM) untuk melihat koleksi Zoltan Glass. Selama bertahun-tahun, saya kira orang asal Hungaria itu memiliki sedikit foto tentang balap, dan gaya artistiknya kurang menjelaskan semuanya.

Betapa salahnya saya! Berkat dukungan dari perusahaan otomotif besar asal Stuttgart itu, NMM telah mengumpulkan lebih dari 6.000 foto Glass.

Mengungkap foto-foto lama – terutama tentang balap otomotif tahun 1930-an – selalu menarik minat saya. Dan, menemukan harta tak terkira ini sama menariknya seperti menemukan sebuah portfolio Albrecht Durer yang tersimpan di atap rumah Anda.

Saat membuka album foto-foto yang belum pernah dilihat sebelumnya, saya menemukan bahwa Glass mengikuti balapan di Jerman sejak 1934-1936, sebelum dia beremigrasi ke Inggris demi menghindari tuntutan. Nazi memberikan peraturan bahwa orang Yahudi tidak diperbolehkan bekerja untuk sebuah kantor surat kabar Jerman, dan Glass menjadi seorang pengangguran. Untungnya, dia membawa-serta arisp miliknya ke London, walaupun kameranya disita oleh pihak imigrasi saat tiba di bandara dengan tuduhan sebagai mata-mata. 

             

Mulai dari pameran otomotif hingga balap Grand Prix, fashion shoot sampai perjalanan di sekitar Afrika, berbagai subyek mengagumkan berhasil diabadikan oleh Glass. Dengan jelas, dapat dijelaskan, bahwa dia bukanlah hanya seorang fotografer, namun seorang pecinta mobil juga.

Ketika bertugas sebagai fotografer di balapan yang diadakan oleh Mercedes, Glass menjelajahi daerah sekitar pitstop dan paddock untuk melihat para rival dan pembalap. Foto tertuanya dengan jelas menangkap situasi sosial di Jerman, dimana para tim dan pembalap tampak tidak masalah saat dia mengambil foto Zeiss Ikonta. 

             

Banyak balapan dan mobil yang pernah saya abadikan. Contohnya, beberapa mobil streamliner keren yang diproduksi untuk Avuzrennen; seperti Alfa Romeo Tipo B hasil modifikasi pihak Scuderia Ferrari yang menjuarai kontes 1934 Formula Libre. Mobil bermesin liar ini, memiliki kapasitas 3.2 liter, dengan bodi tinggi dan penutup roda yang streamline, didesain oleh desainer Italia, Umberto Boccioni.

Guy Moll, di musim kompetisi terakhirnya, menjuarai balapan dengan mengemudikan mobil ini, mengalahkan Auto Union di depan masa pendukung Berlin. Karya Glass menunjukkan bahwa dia tertarik kepada Alfa, atau dia hanya sebagai mata-mata bagi Mercedes?               

Selain itu ada juga ulasan tentang balapan 2.000 km of Deutschland (1934), yang menampilkan sebuah tim Mercedes mulai dari 500K Autobahn-Kurier keren yang dikemudikan oleh Hans-Joachim Bernt, hingga sejumlah prototipe Type 500K. Foto leluhur dari seluruh mobil GT bermesin belakang ini sangat langka, namun sekali lagi Glass memiliki koleksi foto darinya.

Keturunan dari Tropfen-Wagen menampilkan sebuah rangka backbone ala Tatra ,yang menopang mesin overhead-cam berkapasitas 1.498 cc 55 hp. Bodi fastback-nya didesain oleh Hermann Ahrens di Sindelf-ingen, yang memiliki ventilasi lebar di atapnya yang mengalirkan udara ke mesin belakang dan transaxle, sementara kipas ditambahkan untuk memaksimalkan pendinginan dan memberikan tekanan kepada karburator single updraught-nya. Diantara para pembalap tim Type 150, terdapat seorang mekanik muda bernama Hermann Lang, yang baru pertama kalinya ikut balapan itu.

Yang juga tertarik dengan arsip itu adalah pakar dari Silver Arrows, Karl Ludvigsen, yang berhasil menemukan foto langka dari mobil balap Zoller ’buzz saw’. Voiturette yang telah lama hilang ini menampilkan sebuah mobil bermesin enam silinder twin-supercharged 1.500 cc bertenaga 200 hp, dan pernah dikemudikan Ernst von Delius dari Auto Union.

Seluruh koleksi Glass baru ditemukan ketika Josef Ernst, pimpinan DB’s Heritage Press, mulai meneliti mobil W25 berwarna putih. Dua tahun lalu Ernst mengunjungi Bradford, dengan keraguan dapat melihat bahwa Glass memiliki foto dari 1934 Eiffelrennen, dan terkejut dengan temuannya.

 

Lima tahun kemudian, dia berhasil menemukan harta karun lainnya. Bersama kami menggali sejumlah informasi yang belum pernah terungkap sebelumnya, termasuk foto lain dari W25.

Copyright © 2016 otoblitzclassic.com, All Rights Reserved

Finali Mondiali

Otoblitz TV

InstagramFacebookTwitter
restoration

Zoltan Glass

Selama bertahun-tahun, saya kira Zoltan Glass hanya memiliki sedikit foto tentang balap. Betapa salahnya saya! Mulai dari pameran otomotif hingga balap Grand Prix, fashion shoot sampai perjalanan di Afrika, berhasil diabadikan Glass. Dia bukan hanya fotografer, namun pecinta mobil juga, bahkan mengikuti balapan di Jerman sejak 1934-1936.

Di dunia otomotif, Bradford dikenal akan Jowett bersaudaranya. Namun, kota Yorkshire bukanlah tempat untuk menemukan harta-karun foto-foto balapan mobil pre-war asal Jerman.

Bulan lalu, Daimler-Benz AG mengundang saya ke National Media Museum (NMM) untuk melihat koleksi Zoltan Glass. Selama bertahun-tahun, saya kira orang asal Hungaria itu memiliki sedikit foto tentang balap, dan gaya artistiknya kurang menjelaskan semuanya.

Betapa salahnya saya! Berkat dukungan dari perusahaan otomotif besar asal Stuttgart itu, NMM telah mengumpulkan lebih dari 6.000 foto Glass.

Mengungkap foto-foto lama – terutama tentang balap otomotif tahun 1930-an – selalu menarik minat saya. Dan, menemukan harta tak terkira ini sama menariknya seperti menemukan sebuah portfolio Albrecht Durer yang tersimpan di atap rumah Anda.

Saat membuka album foto-foto yang belum pernah dilihat sebelumnya, saya menemukan bahwa Glass mengikuti balapan di Jerman sejak 1934-1936, sebelum dia beremigrasi ke Inggris demi menghindari tuntutan. Nazi memberikan peraturan bahwa orang Yahudi tidak diperbolehkan bekerja untuk sebuah kantor surat kabar Jerman, dan Glass menjadi seorang pengangguran. Untungnya, dia membawa-serta arisp miliknya ke London, walaupun kameranya disita oleh pihak imigrasi saat tiba di bandara dengan tuduhan sebagai mata-mata. 

             

Mulai dari pameran otomotif hingga balap Grand Prix, fashion shoot sampai perjalanan di sekitar Afrika, berbagai subyek mengagumkan berhasil diabadikan oleh Glass. Dengan jelas, dapat dijelaskan, bahwa dia bukanlah hanya seorang fotografer, namun seorang pecinta mobil juga.

Ketika bertugas sebagai fotografer di balapan yang diadakan oleh Mercedes, Glass menjelajahi daerah sekitar pitstop dan paddock untuk melihat para rival dan pembalap. Foto tertuanya dengan jelas menangkap situasi sosial di Jerman, dimana para tim dan pembalap tampak tidak masalah saat dia mengambil foto Zeiss Ikonta. 

             

Banyak balapan dan mobil yang pernah saya abadikan. Contohnya, beberapa mobil streamliner keren yang diproduksi untuk Avuzrennen; seperti Alfa Romeo Tipo B hasil modifikasi pihak Scuderia Ferrari yang menjuarai kontes 1934 Formula Libre. Mobil bermesin liar ini, memiliki kapasitas 3.2 liter, dengan bodi tinggi dan penutup roda yang streamline, didesain oleh desainer Italia, Umberto Boccioni.

Guy Moll, di musim kompetisi terakhirnya, menjuarai balapan dengan mengemudikan mobil ini, mengalahkan Auto Union di depan masa pendukung Berlin. Karya Glass menunjukkan bahwa dia tertarik kepada Alfa, atau dia hanya sebagai mata-mata bagi Mercedes?               

Selain itu ada juga ulasan tentang balapan 2.000 km of Deutschland (1934), yang menampilkan sebuah tim Mercedes mulai dari 500K Autobahn-Kurier keren yang dikemudikan oleh Hans-Joachim Bernt, hingga sejumlah prototipe Type 500K. Foto leluhur dari seluruh mobil GT bermesin belakang ini sangat langka, namun sekali lagi Glass memiliki koleksi foto darinya.

Keturunan dari Tropfen-Wagen menampilkan sebuah rangka backbone ala Tatra ,yang menopang mesin overhead-cam berkapasitas 1.498 cc 55 hp. Bodi fastback-nya didesain oleh Hermann Ahrens di Sindelf-ingen, yang memiliki ventilasi lebar di atapnya yang mengalirkan udara ke mesin belakang dan transaxle, sementara kipas ditambahkan untuk memaksimalkan pendinginan dan memberikan tekanan kepada karburator single updraught-nya. Diantara para pembalap tim Type 150, terdapat seorang mekanik muda bernama Hermann Lang, yang baru pertama kalinya ikut balapan itu.

Yang juga tertarik dengan arsip itu adalah pakar dari Silver Arrows, Karl Ludvigsen, yang berhasil menemukan foto langka dari mobil balap Zoller ’buzz saw’. Voiturette yang telah lama hilang ini menampilkan sebuah mobil bermesin enam silinder twin-supercharged 1.500 cc bertenaga 200 hp, dan pernah dikemudikan Ernst von Delius dari Auto Union.

Seluruh koleksi Glass baru ditemukan ketika Josef Ernst, pimpinan DB’s Heritage Press, mulai meneliti mobil W25 berwarna putih. Dua tahun lalu Ernst mengunjungi Bradford, dengan keraguan dapat melihat bahwa Glass memiliki foto dari 1934 Eiffelrennen, dan terkejut dengan temuannya.

 

Lima tahun kemudian, dia berhasil menemukan harta karun lainnya. Bersama kami menggali sejumlah informasi yang belum pernah terungkap sebelumnya, termasuk foto lain dari W25.

15 Tahun Otoblitz