Gaurav Gupta: “A Starting Point to Build a New Image”

Bagi sebagian besar orang, memperoleh sebuah promosi jabatan adalah anugerah. Namun, tantangan yang harus dihadapi, serta beban tanggungjawab yang harus dipikul, tentu bakal semakin besar pula.

Hal itulah yang dirasakan Gaurav Gupta, Managing Director General Motors Vietnam saat didaulat untuk menempati posisi President Director General Motors Indonesia. Beban tanggungjawab serta tantangan yang ia hadapi, terbilang berat dan kompleks. Pasalnya, baru sepekan memimpin GM Indonesia, Gupta langsung dihadapkan pada iklim industri otomotif yang terus melemah.

 

Kebijakan pemerintah untuk menaikkan bea masuk atas kendaraan impor utuh (CBU), kian memperkeruh iklim bisnis otomotif di tanah air. Imbasnya pada harga jual kendaraan yang semakin mahal. Selain itu, penutupan fasilitas perakitan General Motors di Pondok Ungu, Bekasi, dan penghentian produksi Chevrolet Spin, menimbulkan dampak cukup serius dalam volume penjualan Chevrolet di pasar otomotif Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di tahun 2014 Chevrolet berhasil meraih penjualan hingga 10.018 unit mobil. Penjualan terbesar terjadi pada Januari, sebanyak 1.463 unit; dan terendah bulan Desember, "hanya" 508 unit.

Model Chevrolet yang paling laku sepanjang 2014 adalah Spin 1,5 LTZ AT, sebanyak 2.111 unit mobil. Sedangkan Spin LTZ MT berhasil terjual 1.433 unit. Namun, setelah fasilitas perakitan GM ditutup Juni 2015, angka penjualan mobil Chevrolet terus merosot tajam hingga awal 2016.

Revitalisasi strategi GM di Indonesia menjadi alasan kuat mengapa penjualan Chevrolet di awal 2016 kian berat. Seiring penutupan pabrik, GM Indonesia harus kembali memilah model apa saja yang bakal dipasarkan. Tiga model yang masih jadi andalan adalah Captiva, Orlando, dan Trax.

Kendati begitu, pria berkebangsaan India yang telah bergabung dengan GM sejak tahun 1997 ini tetap optimistis terhadap pertumbuhan industri dan bisnis otomotif di tanah air, terutama menyangkut citra merek Chevrolet di Indonesia.

Berikut petikan bincang-bincang Azman Osman, Presdir/CEO Otoblitz Media Synergy, yang juga Editor-In-Chief Motor Trend Indonesia, dengan Gaurav Gupta, President Director General Motors Indonesia.

 

Bagaimana kesan pertama Anda saat dipromosikan memimpin General Motors Indonesia?

Saya sangat terkejut. Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan populasi penduduk sangat besar. Selain itu, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.

Laju pertumbuhan bisnis dan industri otomotif di Indonesia terus berkembang setiap tahunnya. Karena itu saya ingin merasakan dan terlibat langsung dalam proses pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.

Namun, bagi saya yang terpenting adalah membangun dan memperkuat citra merek Chevrolet. Hal ini tentunya terlepas dari sejumlah tantangan yang sedang dihadapi GM Indonesia.

 

Menurut Anda seperti apa eksistensi Chevrolet di Pasar Otomotif Indonesia saat ini?

Tentunya Indonesia sangatlah berbeda bila dibandingkan Vietnam. Masing-masing negara memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri.

Langkah General Motors Indonesia adalah menempatkan produk yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan para konsumen. Maka, kami memfokuskan pada penjualan kendaraan di segmen SUV dan juga mobil keluarga, karena kami melihat pangsa pasar SUV dan mobil keluarga di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu, kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan para konsumen dan memberikan pelayanan yang terbaik.

Dengan adanya produk yang secara berkesinambungan terus diperbaharui, jaringan dealer yang kuat, serta hubungan yang erat dengan para konsumen, maka kami yakin citra merek Chevrolet di Indonesia akan semakin kuat. Kendati saat ini fasilitas pabrik GM di Indonesia sedang vakum, tentunya kami akan terus menjaga ketersediaan suku cadang dari produk mobil kami. Program Complete Care yang kami jalankan saat ini merupakan bagian dari komitmen GM Indonesia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan kami.

Merek Chevrolet telah ada di Indonesia sejak satu abad silam, dan telah menjadi bagian dari sejarah industri otomotif di Indonesia. Saya yakin dan percaya, Chevrolet dapat terus berkembang di pasar otomotif Indonesia.

 

Bagaimana trend dan potensi pasar otomotif Indonesia menurut Anda?

Persaingan pasar otomotif saat ini semakin ketat dan menantang. Dengan hanya mengandalkan produk unggulan saja, bukanlah satu-satunya faktor yang akan membawa sebuah merek dapat memenangkan persaingan pasar. Kedekatan antara produsen dan konsumen adalah kunci utama kesuksesan sebuah produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat dan kompleks. Dengan tidak tebang-pilih dalam memberikan pelayanan yang terbaik terhadap para konsumen, maka kepuasan pelanggan akan tercapai.

Kami juga kerap melakukan kegiatan sosial yang diwujudkan dalam sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga brand Chevrolet pun lambat-laun akan lebih dikenal masyarakat luas. Selain itu kami pun memanfaatkan trend media sosial (medsos) yang tengah digandrungi masyarakat.

Saat ini medsos merupakan sarana paling efektif untuk lebih mendekatkan brand Chevrolet dengan para konsumen, dan sekaligus untuk lebih memperluas gaung di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu langkah konkret yang telah kami lakukan adalah menggelar program Chevy Trax Unlock the City, yang merupakan interaksi langsung antara masyarakat dengan Chevrolet melalui media sosial internet.

Perihal trend pasar yang saat ini berkembang di Indonesia, GM Indonesia ingin berkonsentrasi dengan produk baru Chevrolet Trax, yang akan bersaing di kelas small SUV. Segmen ini memiliki potensi dan prospek yang sangat bagus, dan akan terus berkembang pesat.

Chevrolet Trax memang diimpor langsung dari Korea Selatan, dan saat ini kami masih mempelajari mengenai kenaikan bea masuk di Indonesia. Kami berharap, Trax akan memiliki harga yang kompetitif dibanding rival sekelasnya di Indonesia.

Kompetisi akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang. Namun, saya yakin, dengan spesifikasi dan fitur yang diusung, Trax akan mampu bersaing di Indonesia.

 

Langkah Strategis apa lagi yang akan dilakukan GM Indonesia?

gaurav-gufta-1

Indonesia merupakan pangsa pasar yang sangat strategis dan penting bagi GM. Namun, terlebih dahulu kami akan berupaya untuk membangkitkan kembali citra merek Chevrolet di Indonesia dengan mengangkat nilai kekeluargaan yang terfokus pada konsumen. Sehingga, satu-satunya jalan yang paling efektif adalah dengan merangkul para konsumen yang sudah loyal terhadap merek Chevrolet.

Mempelajari karakter pasar otomotif di Indonesia dari segala aspek, baik sosial maupun budaya, merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan utama GM Indonesia, yaitu meningkatkan brand awareness Chevrolet di hadapan masyarakat di tanah air.

Mengenai pengaktifan kembali fasilitas pabrik GM Indonesia di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, belum ada rencana lebih lanjut. Saat ini General Motors ingin melihat bagaimana konsistensi kebijakan yang digulirkan oleh Pemerintah Indonesia. Dengan adanya kebijakan yang konsisten dan dapat memacu laju pertumbuhan pasar, maka investasi akan datang dengan sendirinya.

 

**Foto-foto: Motor Trend Indonesia, Dok. Istimewa.

Copyright © 2016 otoblitzclassic.com, All Rights Reserved

Finali Mondiali

Otoblitz TV

InstagramFacebookTwitter
restoration

Gaurav Gupta: “A Starting Point to Build a New Image”

Bagi sebagian besar orang, memperoleh sebuah promosi jabatan adalah anugerah. Namun, tantangan yang harus dihadapi, serta beban tanggungjawab yang harus dipikul, tentu bakal semakin besar pula.

Hal itulah yang dirasakan Gaurav Gupta, Managing Director General Motors Vietnam saat didaulat untuk menempati posisi President Director General Motors Indonesia. Beban tanggungjawab serta tantangan yang ia hadapi, terbilang berat dan kompleks. Pasalnya, baru sepekan memimpin GM Indonesia, Gupta langsung dihadapkan pada iklim industri otomotif yang terus melemah.

 

Kebijakan pemerintah untuk menaikkan bea masuk atas kendaraan impor utuh (CBU), kian memperkeruh iklim bisnis otomotif di tanah air. Imbasnya pada harga jual kendaraan yang semakin mahal. Selain itu, penutupan fasilitas perakitan General Motors di Pondok Ungu, Bekasi, dan penghentian produksi Chevrolet Spin, menimbulkan dampak cukup serius dalam volume penjualan Chevrolet di pasar otomotif Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di tahun 2014 Chevrolet berhasil meraih penjualan hingga 10.018 unit mobil. Penjualan terbesar terjadi pada Januari, sebanyak 1.463 unit; dan terendah bulan Desember, "hanya" 508 unit.

Model Chevrolet yang paling laku sepanjang 2014 adalah Spin 1,5 LTZ AT, sebanyak 2.111 unit mobil. Sedangkan Spin LTZ MT berhasil terjual 1.433 unit. Namun, setelah fasilitas perakitan GM ditutup Juni 2015, angka penjualan mobil Chevrolet terus merosot tajam hingga awal 2016.

Revitalisasi strategi GM di Indonesia menjadi alasan kuat mengapa penjualan Chevrolet di awal 2016 kian berat. Seiring penutupan pabrik, GM Indonesia harus kembali memilah model apa saja yang bakal dipasarkan. Tiga model yang masih jadi andalan adalah Captiva, Orlando, dan Trax.

Kendati begitu, pria berkebangsaan India yang telah bergabung dengan GM sejak tahun 1997 ini tetap optimistis terhadap pertumbuhan industri dan bisnis otomotif di tanah air, terutama menyangkut citra merek Chevrolet di Indonesia.

Berikut petikan bincang-bincang Azman Osman, Presdir/CEO Otoblitz Media Synergy, yang juga Editor-In-Chief Motor Trend Indonesia, dengan Gaurav Gupta, President Director General Motors Indonesia.

 

Bagaimana kesan pertama Anda saat dipromosikan memimpin General Motors Indonesia?

Saya sangat terkejut. Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dengan populasi penduduk sangat besar. Selain itu, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.

Laju pertumbuhan bisnis dan industri otomotif di Indonesia terus berkembang setiap tahunnya. Karena itu saya ingin merasakan dan terlibat langsung dalam proses pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.

Namun, bagi saya yang terpenting adalah membangun dan memperkuat citra merek Chevrolet. Hal ini tentunya terlepas dari sejumlah tantangan yang sedang dihadapi GM Indonesia.

 

Menurut Anda seperti apa eksistensi Chevrolet di Pasar Otomotif Indonesia saat ini?

Tentunya Indonesia sangatlah berbeda bila dibandingkan Vietnam. Masing-masing negara memiliki perbedaan dan keunikan tersendiri.

Langkah General Motors Indonesia adalah menempatkan produk yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan para konsumen. Maka, kami memfokuskan pada penjualan kendaraan di segmen SUV dan juga mobil keluarga, karena kami melihat pangsa pasar SUV dan mobil keluarga di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu, kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan para konsumen dan memberikan pelayanan yang terbaik.

Dengan adanya produk yang secara berkesinambungan terus diperbaharui, jaringan dealer yang kuat, serta hubungan yang erat dengan para konsumen, maka kami yakin citra merek Chevrolet di Indonesia akan semakin kuat. Kendati saat ini fasilitas pabrik GM di Indonesia sedang vakum, tentunya kami akan terus menjaga ketersediaan suku cadang dari produk mobil kami. Program Complete Care yang kami jalankan saat ini merupakan bagian dari komitmen GM Indonesia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan kami.

Merek Chevrolet telah ada di Indonesia sejak satu abad silam, dan telah menjadi bagian dari sejarah industri otomotif di Indonesia. Saya yakin dan percaya, Chevrolet dapat terus berkembang di pasar otomotif Indonesia.

 

Bagaimana trend dan potensi pasar otomotif Indonesia menurut Anda?

Persaingan pasar otomotif saat ini semakin ketat dan menantang. Dengan hanya mengandalkan produk unggulan saja, bukanlah satu-satunya faktor yang akan membawa sebuah merek dapat memenangkan persaingan pasar. Kedekatan antara produsen dan konsumen adalah kunci utama kesuksesan sebuah produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat dan kompleks. Dengan tidak tebang-pilih dalam memberikan pelayanan yang terbaik terhadap para konsumen, maka kepuasan pelanggan akan tercapai.

Kami juga kerap melakukan kegiatan sosial yang diwujudkan dalam sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga brand Chevrolet pun lambat-laun akan lebih dikenal masyarakat luas. Selain itu kami pun memanfaatkan trend media sosial (medsos) yang tengah digandrungi masyarakat.

Saat ini medsos merupakan sarana paling efektif untuk lebih mendekatkan brand Chevrolet dengan para konsumen, dan sekaligus untuk lebih memperluas gaung di kalangan masyarakat Indonesia. Salah satu langkah konkret yang telah kami lakukan adalah menggelar program Chevy Trax Unlock the City, yang merupakan interaksi langsung antara masyarakat dengan Chevrolet melalui media sosial internet.

Perihal trend pasar yang saat ini berkembang di Indonesia, GM Indonesia ingin berkonsentrasi dengan produk baru Chevrolet Trax, yang akan bersaing di kelas small SUV. Segmen ini memiliki potensi dan prospek yang sangat bagus, dan akan terus berkembang pesat.

Chevrolet Trax memang diimpor langsung dari Korea Selatan, dan saat ini kami masih mempelajari mengenai kenaikan bea masuk di Indonesia. Kami berharap, Trax akan memiliki harga yang kompetitif dibanding rival sekelasnya di Indonesia.

Kompetisi akan selalu ada dan tidak akan pernah hilang. Namun, saya yakin, dengan spesifikasi dan fitur yang diusung, Trax akan mampu bersaing di Indonesia.

 

Langkah Strategis apa lagi yang akan dilakukan GM Indonesia?

gaurav-gufta-1

Indonesia merupakan pangsa pasar yang sangat strategis dan penting bagi GM. Namun, terlebih dahulu kami akan berupaya untuk membangkitkan kembali citra merek Chevrolet di Indonesia dengan mengangkat nilai kekeluargaan yang terfokus pada konsumen. Sehingga, satu-satunya jalan yang paling efektif adalah dengan merangkul para konsumen yang sudah loyal terhadap merek Chevrolet.

Mempelajari karakter pasar otomotif di Indonesia dari segala aspek, baik sosial maupun budaya, merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan utama GM Indonesia, yaitu meningkatkan brand awareness Chevrolet di hadapan masyarakat di tanah air.

Mengenai pengaktifan kembali fasilitas pabrik GM Indonesia di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, belum ada rencana lebih lanjut. Saat ini General Motors ingin melihat bagaimana konsistensi kebijakan yang digulirkan oleh Pemerintah Indonesia. Dengan adanya kebijakan yang konsisten dan dapat memacu laju pertumbuhan pasar, maka investasi akan datang dengan sendirinya.

 

**Foto-foto: Motor Trend Indonesia, Dok. Istimewa.

15 Tahun Otoblitz