Jos Dharmawan, Terobsesi Mobil Klasik Sejak Kecil

 

Bali, terkenal akan keindahan alam dan tradisi budayanya yang unik di seluruh dunia. Pulau yang juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura ini telah lama dijadikan destinasi wisata favorit dari para wisatawan mancanegara saat mereka berkunjung ke Indonesia.

Selain dikenal sebagai tujuan pariwisata oleh masyarakat dunia, bagi para pecinta otomotif di Indonesia, Bali juga dikenal sebagai tempatnya para kolektor yang memiliki berbagai koleksi mobil klasik nan eksotis, salah satunya adalah Jos Dharmawan. Pria yang juga penasehat dari Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Pengda Bali ini memiliki ratusan mobil klasik berbagai merk dan tipe, yang disimpan dan dirawat dengan baik olehnya.

Nah, beberapa waktu yang lalu, Otoblitzclassic berkesempatan bertemu secara langsung dengan Jos Dharmawan dan berkunjung ke garasi serta bengkel 'Kebon Vintage' miliknya yang terletak di kawasan By Pass Ketewel/Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Denpasar.

Saat ditemui, Jos Dharmawan sedikit bercerita awal mula dirinya bisa menggemari mobil klasik. Jos mengaku sejak kecil sudah menyukai mobil klasik, dimana waktu itu dia suka mengumpulkan mainan dari kayu yang berbentuk bemo roda tiga. "Suka mobil klasik sih sejak kecil, tapi waktu itu kan belum bisa nyari duit, jadinya ya hanya mengumpulkan mainan dari kayu saja," kata Jos saat berbincang dengan Otoblitzclassic, Sabtu (25/6).

"Sejak saat itu, saya mulai banyak menyukai mobil-mobil yang berbentuk unik, mulai mobil polisi hingga mobil jip. Dan setelah menginjak dunia kerja pada tahun 1996, saya pertama kali membeli mobil yaitu sebuah Jeep keluaran tahun 1948, kemudian disusul dengan Mercy Mini, Mercy Kebo, dan yang sangat berkesan adalah saat saya membeli Fiat 500 'Konde' tahun 1950 yang sampai saat ini masih saya simpan," kenang Jos.

Jos kemudian pindah ke Bali pada tahun 1999, dan mulai tahun 2000 ia mengaku semakin gemar 'hunting' mobil klasik kemana saja. Menurut pria kelahiran Tanjung Karang 17 Juni 1958 ini, kecintaan dengan mobil tua itu 'susah di rem'. Jadi, setiap melihat mobil yang terlihat sedikit aneh, langsung jadi ingin memilikinya, bahkan bisa 'diuber' tuh orangnya. "Istilahnya, mahal-murah sudah menjadi pilihan kedua, yang penting kita senang," terangnya.

Dalam mengumpulkan mobil klasik, Jos mengaku tidak pernah mengira jika sekarang harga mobil kuno bisa semakin mahal. Dulunya, harga mobil klasik ini harganya paling 2 juta, 3 juta, bahkan ada yang hanya ratusan ribu rupiah saja. "Saya tidak punya semacam feeling kalau mobil tua ini akan berharga mahal, karena saat itu pikiran saya hanya ingin memiliki, karena harga mobilnya murah, duit ada, dan senang. Mau itu mobil bisa jalan atau tidak mah masa bodo amat," seloroh Jos.

Tapi seiring berjalannya waktu, banyak anak muda yang juga gemar dengan mobil tua, bahkan mereka berani membeli dengan harga tinggi. Maka tak heran jika sekarang, untuk mencari 'mobil bahan' saja sudah susah. "Bagaimana tidak mahal, jika permintaan mobil klasik semakin banyak, sedangkan persediaannya sedikit. Tapi, yang lebih gila lagi 'kan sudah harganya mahal tapi masih saja ada yang beli," canda Jos.

Meskipun merawat mobil klasik itu banyak kesulitannya, namun bagi Jos mobil klasik itu sangat memiliki arti penting bagi dirinya, karena merupakan bagian dari sejarah dunia. "Semua orang yang senang mobil kuno pasti memiliki kesulitan, terutama saat kita membangun atau saat mencari spare part," tambahnya.

Karena hal itulah, Jos Dharmawan memutuskan untuk membuka sebuah bengkel 'Kebon Vintage', namun hanya untuk membangun mobil-mobil koleksinya. "Pengalaman saya, membangun satu buah mobil, mulai dari mesin, kaki-kaki, hingga cat itu memakan waktu bertahun-tahun. Jarang yang bisa selesai dalam waktu 1 tahun," ungkap Jos.

"Nah, jika kita membangun 10 mobil terus dikalikan bertahun-tahun tadi, umur kita kan sudah habis. Bisa-bisa mobil jadi, kita sudah tidak bisa mengendarainya. Makanya saya memutuskan untuk membuat 'Kebon Vintage' ini, agar saat saya ingin membangun mobil bisa disesuaikan waktu pengerjaannya," imbuhnya.

Lantas, apa impian Jos kedepannya? Ternyata, pria berusia 58 tahun ini berharap impiannya untuk membuat sebuah museum mobil klasik di Bali bisa segera terlaksana. "Saat ini, impian saya adalah ingin membangun sebuah museum mobil kuno di kawasan Ubud, mudah-mudahan bisa segera terwujud," pungkas Jos. **MS/ Foto-foto: Agus Budi

Copyright © 2016 otoblitzclassic.com, All Rights Reserved

Finali Mondiali

Otoblitz TV

InstagramFacebookTwitter
restoration

Jos Dharmawan, Terobsesi Mobil Klasik Sejak Kecil

 

Bali, terkenal akan keindahan alam dan tradisi budayanya yang unik di seluruh dunia. Pulau yang juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura ini telah lama dijadikan destinasi wisata favorit dari para wisatawan mancanegara saat mereka berkunjung ke Indonesia.

Selain dikenal sebagai tujuan pariwisata oleh masyarakat dunia, bagi para pecinta otomotif di Indonesia, Bali juga dikenal sebagai tempatnya para kolektor yang memiliki berbagai koleksi mobil klasik nan eksotis, salah satunya adalah Jos Dharmawan. Pria yang juga penasehat dari Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Pengda Bali ini memiliki ratusan mobil klasik berbagai merk dan tipe, yang disimpan dan dirawat dengan baik olehnya.

Nah, beberapa waktu yang lalu, Otoblitzclassic berkesempatan bertemu secara langsung dengan Jos Dharmawan dan berkunjung ke garasi serta bengkel 'Kebon Vintage' miliknya yang terletak di kawasan By Pass Ketewel/Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Denpasar.

Saat ditemui, Jos Dharmawan sedikit bercerita awal mula dirinya bisa menggemari mobil klasik. Jos mengaku sejak kecil sudah menyukai mobil klasik, dimana waktu itu dia suka mengumpulkan mainan dari kayu yang berbentuk bemo roda tiga. "Suka mobil klasik sih sejak kecil, tapi waktu itu kan belum bisa nyari duit, jadinya ya hanya mengumpulkan mainan dari kayu saja," kata Jos saat berbincang dengan Otoblitzclassic, Sabtu (25/6).

"Sejak saat itu, saya mulai banyak menyukai mobil-mobil yang berbentuk unik, mulai mobil polisi hingga mobil jip. Dan setelah menginjak dunia kerja pada tahun 1996, saya pertama kali membeli mobil yaitu sebuah Jeep keluaran tahun 1948, kemudian disusul dengan Mercy Mini, Mercy Kebo, dan yang sangat berkesan adalah saat saya membeli Fiat 500 'Konde' tahun 1950 yang sampai saat ini masih saya simpan," kenang Jos.

Jos kemudian pindah ke Bali pada tahun 1999, dan mulai tahun 2000 ia mengaku semakin gemar 'hunting' mobil klasik kemana saja. Menurut pria kelahiran Tanjung Karang 17 Juni 1958 ini, kecintaan dengan mobil tua itu 'susah di rem'. Jadi, setiap melihat mobil yang terlihat sedikit aneh, langsung jadi ingin memilikinya, bahkan bisa 'diuber' tuh orangnya. "Istilahnya, mahal-murah sudah menjadi pilihan kedua, yang penting kita senang," terangnya.

Dalam mengumpulkan mobil klasik, Jos mengaku tidak pernah mengira jika sekarang harga mobil kuno bisa semakin mahal. Dulunya, harga mobil klasik ini harganya paling 2 juta, 3 juta, bahkan ada yang hanya ratusan ribu rupiah saja. "Saya tidak punya semacam feeling kalau mobil tua ini akan berharga mahal, karena saat itu pikiran saya hanya ingin memiliki, karena harga mobilnya murah, duit ada, dan senang. Mau itu mobil bisa jalan atau tidak mah masa bodo amat," seloroh Jos.

Tapi seiring berjalannya waktu, banyak anak muda yang juga gemar dengan mobil tua, bahkan mereka berani membeli dengan harga tinggi. Maka tak heran jika sekarang, untuk mencari 'mobil bahan' saja sudah susah. "Bagaimana tidak mahal, jika permintaan mobil klasik semakin banyak, sedangkan persediaannya sedikit. Tapi, yang lebih gila lagi 'kan sudah harganya mahal tapi masih saja ada yang beli," canda Jos.

Meskipun merawat mobil klasik itu banyak kesulitannya, namun bagi Jos mobil klasik itu sangat memiliki arti penting bagi dirinya, karena merupakan bagian dari sejarah dunia. "Semua orang yang senang mobil kuno pasti memiliki kesulitan, terutama saat kita membangun atau saat mencari spare part," tambahnya.

Karena hal itulah, Jos Dharmawan memutuskan untuk membuka sebuah bengkel 'Kebon Vintage', namun hanya untuk membangun mobil-mobil koleksinya. "Pengalaman saya, membangun satu buah mobil, mulai dari mesin, kaki-kaki, hingga cat itu memakan waktu bertahun-tahun. Jarang yang bisa selesai dalam waktu 1 tahun," ungkap Jos.

"Nah, jika kita membangun 10 mobil terus dikalikan bertahun-tahun tadi, umur kita kan sudah habis. Bisa-bisa mobil jadi, kita sudah tidak bisa mengendarainya. Makanya saya memutuskan untuk membuat 'Kebon Vintage' ini, agar saat saya ingin membangun mobil bisa disesuaikan waktu pengerjaannya," imbuhnya.

Lantas, apa impian Jos kedepannya? Ternyata, pria berusia 58 tahun ini berharap impiannya untuk membuat sebuah museum mobil klasik di Bali bisa segera terlaksana. "Saat ini, impian saya adalah ingin membangun sebuah museum mobil kuno di kawasan Ubud, mudah-mudahan bisa segera terwujud," pungkas Jos. **MS/ Foto-foto: Agus Budi

15 Tahun Otoblitz