Antonio Zara: “Do Things Differently Without Borders!”

Lebih dari dua dekade, tepatnya 25 tahun, bergabung bersama tiga pabrikan mobil kelas dunia (GM, Nissan, Toyota), telah menempa Antonio Zara menjadi seorang profesional otomotif sejati kelas global yang mampu berprestasi  di berbagai belahan dunia. Perbedaan filosofi yang dirasakan  selama berkiprah di setiap merek, memungkinkan  pria berkebangsaan Filipina ini  untuk menyerap semua hal terbaik yang dimiliki pabrikan “barat” maupun “timur”.

Itu sebabnya setelah tangan dinginnya sukses melambungkan  beberapa merek di beberapa negara, khususnya Nissan di Filipina, kini Antonio Zara menghadapi tantangan berat: Mendongkrak penjualan Nissan di pasar otomotif Indonesia.

Sejatinya Antonio Zara, akrab dipanggil Toti, bukan orang yang baru mengenal pasar otomotif Indonesia. Setidaknya, hal itu tercermin melalui rekam jejak Toti yang pernah menjabat sebagai  Director Vehicle Sales, Service & MarketingGeneral Motors Indonesia pada kurun 2003-2006.

Pengalaman selama berkiprah di Indonesia dan sejumlah negara, bisa menjadi modal penting baginya untuk merumuskan langkah tepat buat Nissan yang  saat ini  mengalami penurunan.

Jadi, apa yang sedang ia siapkan untuk membangkitkan kembali kejayaan Nissan? Berikut petikan wawancara Editor-in-Chief Motor Trend Indonesia, Azman Osman bersama Antonio Zara.

 

Apa yang terpikir oleh Anda ketika ditugaskan untuk memimpin Nissan Motor Indonesia (NMI)?

Saya sangat senang berada di Indonesia, karena sebelumnya saya pernah bertugas di sini selama 3 tahun (2003-2006). Saat itu saya menyadari, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di kawasan Asia Tenggara dan merupakan pasar otomotif yang sangat potensial. Para konsumen di Indonesia selalu tertarik dengan produk mobil terbaru, dan tak segan untuk membelinya. Sebuah kejutan bagi saya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saya berusaha untuk mendorong agar Nissan dapat menjadi salah satu pemain liga besar untuk pasar otomotif di Indonesia.

 

Strategi apa yang akan Anda jalankan untuk menaklukkan pasar otomotif Indonesia?

Dari pengalaman di sejumlah negara kawasan ASEAN, seperti Philipina di mana saya berasal, memiliki karakter yang berbeda dengan Indonesia. Demikian pula Thailand, yang juga memiliki angka penjualan kendaraan sangat tinggi di kawasan ASEAN. Karakter konsumen di sana sangat berbeda dengan di Indonesia. Dan, tentunya karakter pasar otomotif Indonesia tidak dapat disamakan dengan Jepang. Oleh sebab itu, saya memadukan pengalaman di pasar yang besar dan kecil untuk menyusun strategi pemasaran produk di Indonesia.

Nissan dan Datsun, menurut saya, sudah berjalan pada jalur yang benar dan tepat. Indonesia memiliki karakter yang unik dan juga memiliki segmen pasar yang sangat luas serta spesifik. Kalangan konsumen Indonesia yang menggemari mobil mewah akan memilih Nissan Elgrand. Namun, di satu sisi, terdapat kalangan konsumen yang membeli kendaraan berdasarkan kebutuhan sebagai alat transportasi harian, seperti Nissan Grand Livina. Pangsa pasar terbesar adalah konsumen yang terpikat pada mobil dengan harga terjangkau, seperti segmen LCGC (Low Cost Green Car).

Dengan adanya kebijakan dua merek (Nissan dan Datsun), maka kami memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat merangkul kalangan konsumen yang lebih luas dibandingkan pabrikan lainnya. Kalangan konsumen mobil mewah dapat memilih mobil yang mereka inginkan pada produk Nissan. Sedangkan untuk para konsumen yang baru pertama kali memiliki mobil, atau para konsumen yang ingin membeli mobil ke-dua, bisa mendapatkan kendaraan dengan value for money pada produk Datsun yang kami tawarkan. Strategi ini juga kami terapkan di negara lain, seperti di Afrika Selatan.

Jaringan dealer kami tersebar di sejumlah kota di Indonesia. Dengan adanya jaringan dealer yang kuat, maka kesempatan brand kami untuk menjaring konsumen menjadi semakin besar. Tentunya kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan after sales, serta menambah jumlah jaringan dealer sesuai dengan perkembangan pasar otomotif di Indonesia.

 

Strategi Anda untuk memperkuat brand image Nissan dan Datsun di Indonesia?

Penerapan strategi untuk masing-masing merek, baik Nissan maupun Datsun, sangatlah berbeda. Untuk merek Nissan, masyarakat Indonesia telah mengetahui sejak lama, sementara pemahaman masyarakat terhadap produk Datsun masih belum begitu mendalam. Kami terus berusaha untuk lebih mempererat ikatan batin antara brand Nissan dengan para konsumen.

Cukup banyak inovasi teknologi otomotif terbaru yang kami terapkan pada produk Nissan. Disinilah tugas kami untuk menerjemahkan inovasi teknologi tersebut dalam bentuk program pemasaran serta edukasi kepada para konsumen Nissan di Indonesia.

Salah satu program terbaru kami di bulan Juli mendatang adalah Nissan GT Academy. Program ini bertujuan untuk mencari bibit pebalap muda di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Olahraga balap mobil sebelumnya kerap dipandang sebagai “mainan” untuk kalangan berada. Kini pameo tersebut sudah tidak berlaku lagi. Justru dengan adanya Nissan GT Academy, siapa pun dapat mewujudkan cita-cita mereka menjadi pebalap mobil bersama Nissan. Kami yakin, bibit pebalap muda yang memiliki bakat masih sangat banyak, hanya saja mereka membutuhkan kesempatan dan dukungan.

Juga ada program Nissan March Invasion, yang merupakan kontes desain fesyen untuk menjaring konsumen kalangan usia muda. Kami ingin menunjukkan bahwa dunia fesyen dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan dunia otomotif.

Berbeda dengan Nissan, masyarakat Indonesia terbilang masih sangat baru mengenal merek Datsun, kendati di masa lalu memang memiliki historis yang cukup melekat di hati masyarakat. Saat ini perkembangan pasar otomotif telah berubah, dan merek Datsun baru terlahir kembali. Kami menyadari, mayoritas konsumen Datsun di Indonesia saat ini adalah kalangan usia muda. Tentunya kami akan berusaha untuk lebih memperkenalkan merek Datsun kepada kalangan konsumen yang lebih luas.

Langkah kami dalam membangun brand awareness antara Datsun dan Nissan tentunya akan terus berjalan selaras.

Dengan hanya mempromosikan dan berjualan produk mobil saja tidaklah cukup untuk membangun sebuah brand awareness dan brand image yang kuat di hadapan masyaraka. Aksi kegiatan sosial untuk masyarakat yang dilakukan Nissan dan Datsun melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), merupakan salah satu bagian dari kiat kami untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Indonesia.

Kami juga tidak menutup mata terhadap eksistensi sejumlah klub serta komunitas pengguna mobil Nissan dan Datsun. Mereka adalah pelanggan setia kami. Oleh sebab itu, beberapa waktu lalu kami meluncurkan program Livina Life, yang merupakan interaksi kami sebagai APM dengan para pengguna Nissan Grand Livina.

Dengan terjalinnya hubungan yang erat antara pabrikan otomotif dan para konsumen, kami mendapatkan input yang sangat berarti dari mereka. Input dan feedback yang berasal dari para loyal customer, memacu kami untuk dapat lebih meningkatkan kualitas produk sesuai dengan keinginan para konsumen.

 

Seperti apa implementasi strategi global Nissan dan Datsun untuk pasar otomotif Indonesia?

Visi global Nissan adalah Zero Emission dan Zero Fatality. Oleh sebab itu, kami percaya terhadap prospek dari mobil elektrik kami, yaitu Nissan Leaf, dan juga teknologi Autonomous Driving di masa depan. Target kami secara global adalah penerapan hasil riset tahap pertama teknologi Autonomous Driving Vehicle pada tahun 2018-2019. Kemudian, pada 2020, diharapkan telah dapat tercipta kendaraan dengan teknologi Autonomous Driving secara penuh.

Jika masyarakat mengatakan teknologi ini belum dapat diterapkan di Indonesia dalam waktu dekat, tidaklah salah, karena memerlukan infrastuktur penunjang yang sangat memadai. Namun, secara bertahap, teknologi tersebut dapat diterapkan pada negara-negara berkembang.

Sebagai contoh, Automatic Braking. Teknologi ini hanya merupakan salah satu bagian kecil dari kerangka utama desain Autonomous Driving. Akan tetapi, bila dapat diterapkan di negara seperti Indonesia, maka teknologi pengereman tersebut dapat mengurangi angka kecelakaan berkendara hingga 50%. Selain itu, dampak kerusakan akibat kecelakaan berkendara bisa diminimalkan. Dapat Anda bayangkan berapa banyak nyawa yang  bisa diselamatkan hanya dengan menerapkan sebagian kecil aspek dari teknologi Autonomous Driving tersebut?

Demikian pula halnya dengan trend global saat ini, termasuk di Indonesia, yang tengah gandrung dengan kendaraan SUV. Namun, dengan maraknya sebuah trend pada segmen mobil tertentu, bukan berarti para konsumen tidak akan membeli kendaraann segmen lainnya; seperti hatchback, crossover, maupun MPV.

Kendaraan MPV akan tetap laris terjual, dan Indonesia adalah pangsa pasar terbesar dunia untuk segmen ini. Kendati trend SUV kian marak, namun trend akan terus berubah. Pada saat ajang GIIAS 2016 mendatang, Nissan dan Datsun akan turut berpartisipasi, dan akan kita lihat ke mana arah perubahan trend di kalangan para konsumen.

 

Bagaimana gaya Anda memimpin tim sukses NMI?

Gaya kepemimpinan saya merupakan perpaduan dari pengalaman selama beberapa tahun di bidang otomotif. Saya kerap terjun langsung dalam menangani suatu problem maupun pengawasan kinerja jajaran tim saya. Hal ini berdasarkan pengalaman saya selama 10 tahun sebagai pelaksana teknis di bidang product engineering. Kemudian saya juga pernah berkecimpung di bidang pemasaran produk, menjadi pemimpin cabang dan regional di sejumlah tempat berbeda. Pengalaman inilah yang kemudian saya tularkan kepada jajaran tim saya untuk membangun karakter mereka dalam hal kepemimpinan dan etos kerja.

Tentunya saya tidak dapat terjun langsung setiap saat ke lapangan. Namun, dengan adanya komunikasi yang baik serta pendelegasian tanggungjawab, diharapkan terbentuk sebuah sinergi antar seluruh jajaran di dalam perusahaan. Dengan demikian pula, komunikasi antara perusahaan dengan sejumlah instansi terkait harus terbina dengan baik. Hal ini tak hanya saya terapkan di Indonesia, tapi juga di mana pun saya bertugas.

 

Usaha apa saja yang Anda lakukan untuk meraih sukses ?

Kesuksesan saya ditentukan oleh tiga aspek: Konsumen, merek, dan kualitas.

Dengan adanya kepuasan konsumen, maka brand image dan profit perusahaan akan turut terangkat. Dengan kualitas produk yang bagus akan tercipta kepuasan konsumen, dan brand image pun akan terus berkembang. Ketiga hal ini saling terkait, dan tak dapat terpisahkan satu sama lain.

 

Filosofi hidup Anda apa sesungguhnya?

Kembali ke negara kelahiran saya, Philipina. Kelak saya ingin kembali ke Philipina dan membangun tanah kelahiran.

 

Dan, kegiatan apa yang Anda lakukan di akhir pekan?

Jalan-jalan bersama keluarga. Saya kerap mengajak anak dan istri piknik ke sejumlah tempat di Indonesia; seperti ke Candi Borobudur, Pulau Bali, dan masih banyak lagi.

 

Anda bisa bicara bahasa Indonesia?

Saya hanya mengerti sedikit. Terima kasih... selamat siang... bapak-bapak... ibu-ibu... enak... mahal... murah... bagus... jelek... tukang ojek..., hahaha....

 

Makanan Indonesia favorit Anda apa saja?

Sop Buntut Goreng Borobudur. It's the best in the world! Hahaha....

 

Anda punya mobil impian?

Nissan GT-R. Mobil ini merupakan penggabungan dan implementasi teknologi serta desain dari seluruh produk Nissan. An ultimate car EVER! 

*** 

 

ANTONIO ZARA

Pendidikan: Don Bosco Technical College,  BS in Mechanical Engineering (Manila, 1990)

Riwayat pekerjaan:

  • April 2016 - Sekarang: President Director Nissan Motor Indonesia 
  • 2014 – 2106: President Nissan Philippines
  • 2012 – 2014:Managing Director, International Sales General Motors Korea
  • 2008 – 2012: Vice President, Vehicle Sales, Service & Marketing General Motors Southeast Asia
  • 2006 – 2008: President, National Sales Company General Motors Japan
  • 2003 – 2006: Director, Vehicle Sales, Service & Marketing General Motors Indonesia
  • 1999 – 2003: Sales Director General Motors Philippines

Copyright © 2016 otoblitzclassic.com, All Rights Reserved

Finali Mondiali

Otoblitz TV

InstagramFacebookTwitter
restoration

Antonio Zara: “Do Things Differently Without Borders!”

Lebih dari dua dekade, tepatnya 25 tahun, bergabung bersama tiga pabrikan mobil kelas dunia (GM, Nissan, Toyota), telah menempa Antonio Zara menjadi seorang profesional otomotif sejati kelas global yang mampu berprestasi  di berbagai belahan dunia. Perbedaan filosofi yang dirasakan  selama berkiprah di setiap merek, memungkinkan  pria berkebangsaan Filipina ini  untuk menyerap semua hal terbaik yang dimiliki pabrikan “barat” maupun “timur”.

Itu sebabnya setelah tangan dinginnya sukses melambungkan  beberapa merek di beberapa negara, khususnya Nissan di Filipina, kini Antonio Zara menghadapi tantangan berat: Mendongkrak penjualan Nissan di pasar otomotif Indonesia.

Sejatinya Antonio Zara, akrab dipanggil Toti, bukan orang yang baru mengenal pasar otomotif Indonesia. Setidaknya, hal itu tercermin melalui rekam jejak Toti yang pernah menjabat sebagai  Director Vehicle Sales, Service & MarketingGeneral Motors Indonesia pada kurun 2003-2006.

Pengalaman selama berkiprah di Indonesia dan sejumlah negara, bisa menjadi modal penting baginya untuk merumuskan langkah tepat buat Nissan yang  saat ini  mengalami penurunan.

Jadi, apa yang sedang ia siapkan untuk membangkitkan kembali kejayaan Nissan? Berikut petikan wawancara Editor-in-Chief Motor Trend Indonesia, Azman Osman bersama Antonio Zara.

 

Apa yang terpikir oleh Anda ketika ditugaskan untuk memimpin Nissan Motor Indonesia (NMI)?

Saya sangat senang berada di Indonesia, karena sebelumnya saya pernah bertugas di sini selama 3 tahun (2003-2006). Saat itu saya menyadari, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di kawasan Asia Tenggara dan merupakan pasar otomotif yang sangat potensial. Para konsumen di Indonesia selalu tertarik dengan produk mobil terbaru, dan tak segan untuk membelinya. Sebuah kejutan bagi saya.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, saya berusaha untuk mendorong agar Nissan dapat menjadi salah satu pemain liga besar untuk pasar otomotif di Indonesia.

 

Strategi apa yang akan Anda jalankan untuk menaklukkan pasar otomotif Indonesia?

Dari pengalaman di sejumlah negara kawasan ASEAN, seperti Philipina di mana saya berasal, memiliki karakter yang berbeda dengan Indonesia. Demikian pula Thailand, yang juga memiliki angka penjualan kendaraan sangat tinggi di kawasan ASEAN. Karakter konsumen di sana sangat berbeda dengan di Indonesia. Dan, tentunya karakter pasar otomotif Indonesia tidak dapat disamakan dengan Jepang. Oleh sebab itu, saya memadukan pengalaman di pasar yang besar dan kecil untuk menyusun strategi pemasaran produk di Indonesia.

Nissan dan Datsun, menurut saya, sudah berjalan pada jalur yang benar dan tepat. Indonesia memiliki karakter yang unik dan juga memiliki segmen pasar yang sangat luas serta spesifik. Kalangan konsumen Indonesia yang menggemari mobil mewah akan memilih Nissan Elgrand. Namun, di satu sisi, terdapat kalangan konsumen yang membeli kendaraan berdasarkan kebutuhan sebagai alat transportasi harian, seperti Nissan Grand Livina. Pangsa pasar terbesar adalah konsumen yang terpikat pada mobil dengan harga terjangkau, seperti segmen LCGC (Low Cost Green Car).

Dengan adanya kebijakan dua merek (Nissan dan Datsun), maka kami memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat merangkul kalangan konsumen yang lebih luas dibandingkan pabrikan lainnya. Kalangan konsumen mobil mewah dapat memilih mobil yang mereka inginkan pada produk Nissan. Sedangkan untuk para konsumen yang baru pertama kali memiliki mobil, atau para konsumen yang ingin membeli mobil ke-dua, bisa mendapatkan kendaraan dengan value for money pada produk Datsun yang kami tawarkan. Strategi ini juga kami terapkan di negara lain, seperti di Afrika Selatan.

Jaringan dealer kami tersebar di sejumlah kota di Indonesia. Dengan adanya jaringan dealer yang kuat, maka kesempatan brand kami untuk menjaring konsumen menjadi semakin besar. Tentunya kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan after sales, serta menambah jumlah jaringan dealer sesuai dengan perkembangan pasar otomotif di Indonesia.

 

Strategi Anda untuk memperkuat brand image Nissan dan Datsun di Indonesia?

Penerapan strategi untuk masing-masing merek, baik Nissan maupun Datsun, sangatlah berbeda. Untuk merek Nissan, masyarakat Indonesia telah mengetahui sejak lama, sementara pemahaman masyarakat terhadap produk Datsun masih belum begitu mendalam. Kami terus berusaha untuk lebih mempererat ikatan batin antara brand Nissan dengan para konsumen.

Cukup banyak inovasi teknologi otomotif terbaru yang kami terapkan pada produk Nissan. Disinilah tugas kami untuk menerjemahkan inovasi teknologi tersebut dalam bentuk program pemasaran serta edukasi kepada para konsumen Nissan di Indonesia.

Salah satu program terbaru kami di bulan Juli mendatang adalah Nissan GT Academy. Program ini bertujuan untuk mencari bibit pebalap muda di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Olahraga balap mobil sebelumnya kerap dipandang sebagai “mainan” untuk kalangan berada. Kini pameo tersebut sudah tidak berlaku lagi. Justru dengan adanya Nissan GT Academy, siapa pun dapat mewujudkan cita-cita mereka menjadi pebalap mobil bersama Nissan. Kami yakin, bibit pebalap muda yang memiliki bakat masih sangat banyak, hanya saja mereka membutuhkan kesempatan dan dukungan.

Juga ada program Nissan March Invasion, yang merupakan kontes desain fesyen untuk menjaring konsumen kalangan usia muda. Kami ingin menunjukkan bahwa dunia fesyen dapat berkolaborasi dan bersinergi dengan dunia otomotif.

Berbeda dengan Nissan, masyarakat Indonesia terbilang masih sangat baru mengenal merek Datsun, kendati di masa lalu memang memiliki historis yang cukup melekat di hati masyarakat. Saat ini perkembangan pasar otomotif telah berubah, dan merek Datsun baru terlahir kembali. Kami menyadari, mayoritas konsumen Datsun di Indonesia saat ini adalah kalangan usia muda. Tentunya kami akan berusaha untuk lebih memperkenalkan merek Datsun kepada kalangan konsumen yang lebih luas.

Langkah kami dalam membangun brand awareness antara Datsun dan Nissan tentunya akan terus berjalan selaras.

Dengan hanya mempromosikan dan berjualan produk mobil saja tidaklah cukup untuk membangun sebuah brand awareness dan brand image yang kuat di hadapan masyaraka. Aksi kegiatan sosial untuk masyarakat yang dilakukan Nissan dan Datsun melalui program CSR (Corporate Social Responsibility), merupakan salah satu bagian dari kiat kami untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Indonesia.

Kami juga tidak menutup mata terhadap eksistensi sejumlah klub serta komunitas pengguna mobil Nissan dan Datsun. Mereka adalah pelanggan setia kami. Oleh sebab itu, beberapa waktu lalu kami meluncurkan program Livina Life, yang merupakan interaksi kami sebagai APM dengan para pengguna Nissan Grand Livina.

Dengan terjalinnya hubungan yang erat antara pabrikan otomotif dan para konsumen, kami mendapatkan input yang sangat berarti dari mereka. Input dan feedback yang berasal dari para loyal customer, memacu kami untuk dapat lebih meningkatkan kualitas produk sesuai dengan keinginan para konsumen.

 

Seperti apa implementasi strategi global Nissan dan Datsun untuk pasar otomotif Indonesia?

Visi global Nissan adalah Zero Emission dan Zero Fatality. Oleh sebab itu, kami percaya terhadap prospek dari mobil elektrik kami, yaitu Nissan Leaf, dan juga teknologi Autonomous Driving di masa depan. Target kami secara global adalah penerapan hasil riset tahap pertama teknologi Autonomous Driving Vehicle pada tahun 2018-2019. Kemudian, pada 2020, diharapkan telah dapat tercipta kendaraan dengan teknologi Autonomous Driving secara penuh.

Jika masyarakat mengatakan teknologi ini belum dapat diterapkan di Indonesia dalam waktu dekat, tidaklah salah, karena memerlukan infrastuktur penunjang yang sangat memadai. Namun, secara bertahap, teknologi tersebut dapat diterapkan pada negara-negara berkembang.

Sebagai contoh, Automatic Braking. Teknologi ini hanya merupakan salah satu bagian kecil dari kerangka utama desain Autonomous Driving. Akan tetapi, bila dapat diterapkan di negara seperti Indonesia, maka teknologi pengereman tersebut dapat mengurangi angka kecelakaan berkendara hingga 50%. Selain itu, dampak kerusakan akibat kecelakaan berkendara bisa diminimalkan. Dapat Anda bayangkan berapa banyak nyawa yang  bisa diselamatkan hanya dengan menerapkan sebagian kecil aspek dari teknologi Autonomous Driving tersebut?

Demikian pula halnya dengan trend global saat ini, termasuk di Indonesia, yang tengah gandrung dengan kendaraan SUV. Namun, dengan maraknya sebuah trend pada segmen mobil tertentu, bukan berarti para konsumen tidak akan membeli kendaraann segmen lainnya; seperti hatchback, crossover, maupun MPV.

Kendaraan MPV akan tetap laris terjual, dan Indonesia adalah pangsa pasar terbesar dunia untuk segmen ini. Kendati trend SUV kian marak, namun trend akan terus berubah. Pada saat ajang GIIAS 2016 mendatang, Nissan dan Datsun akan turut berpartisipasi, dan akan kita lihat ke mana arah perubahan trend di kalangan para konsumen.

 

Bagaimana gaya Anda memimpin tim sukses NMI?

Gaya kepemimpinan saya merupakan perpaduan dari pengalaman selama beberapa tahun di bidang otomotif. Saya kerap terjun langsung dalam menangani suatu problem maupun pengawasan kinerja jajaran tim saya. Hal ini berdasarkan pengalaman saya selama 10 tahun sebagai pelaksana teknis di bidang product engineering. Kemudian saya juga pernah berkecimpung di bidang pemasaran produk, menjadi pemimpin cabang dan regional di sejumlah tempat berbeda. Pengalaman inilah yang kemudian saya tularkan kepada jajaran tim saya untuk membangun karakter mereka dalam hal kepemimpinan dan etos kerja.

Tentunya saya tidak dapat terjun langsung setiap saat ke lapangan. Namun, dengan adanya komunikasi yang baik serta pendelegasian tanggungjawab, diharapkan terbentuk sebuah sinergi antar seluruh jajaran di dalam perusahaan. Dengan demikian pula, komunikasi antara perusahaan dengan sejumlah instansi terkait harus terbina dengan baik. Hal ini tak hanya saya terapkan di Indonesia, tapi juga di mana pun saya bertugas.

 

Usaha apa saja yang Anda lakukan untuk meraih sukses ?

Kesuksesan saya ditentukan oleh tiga aspek: Konsumen, merek, dan kualitas.

Dengan adanya kepuasan konsumen, maka brand image dan profit perusahaan akan turut terangkat. Dengan kualitas produk yang bagus akan tercipta kepuasan konsumen, dan brand image pun akan terus berkembang. Ketiga hal ini saling terkait, dan tak dapat terpisahkan satu sama lain.

 

Filosofi hidup Anda apa sesungguhnya?

Kembali ke negara kelahiran saya, Philipina. Kelak saya ingin kembali ke Philipina dan membangun tanah kelahiran.

 

Dan, kegiatan apa yang Anda lakukan di akhir pekan?

Jalan-jalan bersama keluarga. Saya kerap mengajak anak dan istri piknik ke sejumlah tempat di Indonesia; seperti ke Candi Borobudur, Pulau Bali, dan masih banyak lagi.

 

Anda bisa bicara bahasa Indonesia?

Saya hanya mengerti sedikit. Terima kasih... selamat siang... bapak-bapak... ibu-ibu... enak... mahal... murah... bagus... jelek... tukang ojek..., hahaha....

 

Makanan Indonesia favorit Anda apa saja?

Sop Buntut Goreng Borobudur. It's the best in the world! Hahaha....

 

Anda punya mobil impian?

Nissan GT-R. Mobil ini merupakan penggabungan dan implementasi teknologi serta desain dari seluruh produk Nissan. An ultimate car EVER! 

*** 

 

ANTONIO ZARA

Pendidikan: Don Bosco Technical College,  BS in Mechanical Engineering (Manila, 1990)

Riwayat pekerjaan:

  • April 2016 - Sekarang: President Director Nissan Motor Indonesia 
  • 2014 – 2106: President Nissan Philippines
  • 2012 – 2014:Managing Director, International Sales General Motors Korea
  • 2008 – 2012: Vice President, Vehicle Sales, Service & Marketing General Motors Southeast Asia
  • 2006 – 2008: President, National Sales Company General Motors Japan
  • 2003 – 2006: Director, Vehicle Sales, Service & Marketing General Motors Indonesia
  • 1999 – 2003: Sales Director General Motors Philippines

15 Tahun Otoblitz