Osamu Masuko: “Change the Business Plan.”

 

Chairman of the Board and President (Representative Director), yang juga menjabat CEO Mitsubishi Motors Corporation ini sebenarnya tergolong “orang lama” bagi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). Pasalnya, Osamu Masuko pernah bertugas di KTB pada kurun waktu 1997-2002, saat Indonesia sedang bergejolak dilanda krisis multidimensi.

 

Dan, tangan dingin pria lulusan Universitas Waseda inilah yang berhasil membawa KTB keluar dari hantaman krisis; sekaligus memperkenalkan Mitsubishi Kuda, yang belakangan menjadi ikon  “tiga berlian” dalam  segmen pasar paling laris di Indonesia: MPV 7 seater.

 

 

Tentunya pengalaman selama masa-masa sulit tadi sangat membekas bagi Masuko-san. Itu sebabnya, saat  berkunjung ke Indonesia beberapa hari menjelang pembukaan GIIAS 2016, orang nomor satu di Mitsubishi Motors Corporation (MMC) ini membawa pesan khusus untuk KTB dan industri otomotif dalam negeri.

 

Berikut cuplikan pesan penting yang disampaikan di tengah kesibukan pria yang sejak tahun 1972 berkarir di Mitsubishi Corporation dalam acara media gathering pada 10 Agustus lalu di Jakarta.

 

 

“Kami memandang pasar otomotif Indonesia sebagai pasar yang sangat penting bagi Mitsubishi. Kami juga memahami karakter konsumen mobil di Indonesia yang sangat menyukai MPV berdasarkan pengalaman saya di waktu lalu saat berdinas di KTB.

 

“Berdasarkan kondisi tersebut, mulai 2016, kami mengubah business plan untuk pasar Indonesia. Selain memperkuat posisi brand Mitsubishi dengan produk unggulan untuk segmen mobil penumpang, juga  mengubah fokus bisnis menjadi  produsen kendaraan dengan membangun fasilitas pabrik baru di kawasan Bekasi. Kami berharap, langkah-langkah tersebut  akan menegaskan posisi Mitsubishi dalam pasar otomotif Indonesia.

 

 

“Fasilitas produksi yang baru ini akan siap beroperasi pada April 2017, dan menjadi pabrik besar MMC di luar Jepang  (terbesar ke-3 di Asia Tenggara setelah Thailand dan Filipina – Red). Pabrik dengan investasi US$ 600 juta dan memiliki kapasitas produksi 240.000 unit per tahun itu akan menyerap 3.000 orang tenaga kerja, dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk melakukan ekspor produk ke pasar ASEAN.

 

“Terkait pasar MPV di Indonesia, besok (11 Agustus 2016 - Red), kami  akan memperkenalkan mobil konsep MPV Mitsubishi: XM Concept, sebuah  crossover antara  MPV dan SUV, dengan karakter sporty dan tangguh, namun nyaman dan serbaguna sebagai mobil keluarga. Mobil ini didesain sebagai MPV 7 seater  dengan mesin 1.5 liter, dan memakai platform baru yang disiapkan khusus untuk pasar MPV di Indonesia.

 

 

“Mengingat pasar MPV di Indonesia terus tumbuh, kami yakin, XM Concept  akan  mampu mencapai volume penjualan yang besar. Dengan memiliki MPV dan SUV, saya meminta Hisashi Ishimaki (Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, agen pemegang merek  Mitsubishi di Indonesia - Red) untuk meningkatkan penjualan kendaraan penumpang Mitsubishi di seluruh Indonesia.

 

“Saya yakin, Anda semua tentu tertarik pula dengan berita soal aliansi strategis Mitsubishi dan Nissan. Saya tegaskan di sini, akuisisi 34% saham MMC oleh Nissan Motor Co Ltd tidak mengubah  kebijakan dan strategi bisnis kami di Indonesia. Kami akan melanjutkan business plan yang sudah berjalan selama ini. Intinya, Nissan dan Mitsubishi bekerja bersama  mengembangkan platform baru untuk kendaraan, dan memproduksi kendaraan secara bersama.

 

 

“Aliansi ini akan memperkuat posisi dan kemampuan kompetitif Mitsubishi dan Nissan di pasar otomotif dunia. Namun, Mitsubishi dan Nissan akan melakukan aktivitas branding, pemasaran, dan penjualan secara terpisah satu sama lain, dan  akan tetap  berkompetisi di pasar otomotif. Kami bekerjasama dengan cara yang tidak terlihat oleh konsumen.

 

“Tujuan aliansi ini untuk mencapai sinergi optimal di bidang pembelian, pembiayaan, berbagi platform, pengembangan teknologi terbaru, dan penciptaan pasar yang menguntungkan.” **Foto: Aditya Hanindyo/Istimewa

 

 

Osamu Masuko

Chairman of the Board and President (Representative Director) dan CEO Mitsubishi Motors Corporation

 

  • April 1972: Joined Mitsubishi Corporation
  • 1997-2002: Chief Advisor PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors
  • April 2003: Senior Vice President, Division COO of Motor Vehicle Business Div., Mitsubishi Corporation
  • June 2004: Managing Director, in Charge of Overseas Operations Group Headquarters, Mitsubishi Motors Corporation
  • January 2005: President, Chief Business Ethics Officer, Mitsubishi Motors Corporation
  • October 2007: President, Mitsubishi Motors Corporation
  • June 2014: Chairman of the Board, CEO, Mitsubishi Motors Corporation
  • June 2016: Chairman of the Board and President, CEO, Mitsubishi Motors Corporation (to the present)
Copyright © 2016 otoblitzclassic.com, All Rights Reserved

Finali Mondiali

Otoblitz TV

InstagramFacebookTwitter
restoration

Osamu Masuko: “Change the Business Plan.”

 

Chairman of the Board and President (Representative Director), yang juga menjabat CEO Mitsubishi Motors Corporation ini sebenarnya tergolong “orang lama” bagi PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB). Pasalnya, Osamu Masuko pernah bertugas di KTB pada kurun waktu 1997-2002, saat Indonesia sedang bergejolak dilanda krisis multidimensi.

 

Dan, tangan dingin pria lulusan Universitas Waseda inilah yang berhasil membawa KTB keluar dari hantaman krisis; sekaligus memperkenalkan Mitsubishi Kuda, yang belakangan menjadi ikon  “tiga berlian” dalam  segmen pasar paling laris di Indonesia: MPV 7 seater.

 

 

Tentunya pengalaman selama masa-masa sulit tadi sangat membekas bagi Masuko-san. Itu sebabnya, saat  berkunjung ke Indonesia beberapa hari menjelang pembukaan GIIAS 2016, orang nomor satu di Mitsubishi Motors Corporation (MMC) ini membawa pesan khusus untuk KTB dan industri otomotif dalam negeri.

 

Berikut cuplikan pesan penting yang disampaikan di tengah kesibukan pria yang sejak tahun 1972 berkarir di Mitsubishi Corporation dalam acara media gathering pada 10 Agustus lalu di Jakarta.

 

 

“Kami memandang pasar otomotif Indonesia sebagai pasar yang sangat penting bagi Mitsubishi. Kami juga memahami karakter konsumen mobil di Indonesia yang sangat menyukai MPV berdasarkan pengalaman saya di waktu lalu saat berdinas di KTB.

 

“Berdasarkan kondisi tersebut, mulai 2016, kami mengubah business plan untuk pasar Indonesia. Selain memperkuat posisi brand Mitsubishi dengan produk unggulan untuk segmen mobil penumpang, juga  mengubah fokus bisnis menjadi  produsen kendaraan dengan membangun fasilitas pabrik baru di kawasan Bekasi. Kami berharap, langkah-langkah tersebut  akan menegaskan posisi Mitsubishi dalam pasar otomotif Indonesia.

 

 

“Fasilitas produksi yang baru ini akan siap beroperasi pada April 2017, dan menjadi pabrik besar MMC di luar Jepang  (terbesar ke-3 di Asia Tenggara setelah Thailand dan Filipina – Red). Pabrik dengan investasi US$ 600 juta dan memiliki kapasitas produksi 240.000 unit per tahun itu akan menyerap 3.000 orang tenaga kerja, dan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk melakukan ekspor produk ke pasar ASEAN.

 

“Terkait pasar MPV di Indonesia, besok (11 Agustus 2016 - Red), kami  akan memperkenalkan mobil konsep MPV Mitsubishi: XM Concept, sebuah  crossover antara  MPV dan SUV, dengan karakter sporty dan tangguh, namun nyaman dan serbaguna sebagai mobil keluarga. Mobil ini didesain sebagai MPV 7 seater  dengan mesin 1.5 liter, dan memakai platform baru yang disiapkan khusus untuk pasar MPV di Indonesia.

 

 

“Mengingat pasar MPV di Indonesia terus tumbuh, kami yakin, XM Concept  akan  mampu mencapai volume penjualan yang besar. Dengan memiliki MPV dan SUV, saya meminta Hisashi Ishimaki (Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, agen pemegang merek  Mitsubishi di Indonesia - Red) untuk meningkatkan penjualan kendaraan penumpang Mitsubishi di seluruh Indonesia.

 

“Saya yakin, Anda semua tentu tertarik pula dengan berita soal aliansi strategis Mitsubishi dan Nissan. Saya tegaskan di sini, akuisisi 34% saham MMC oleh Nissan Motor Co Ltd tidak mengubah  kebijakan dan strategi bisnis kami di Indonesia. Kami akan melanjutkan business plan yang sudah berjalan selama ini. Intinya, Nissan dan Mitsubishi bekerja bersama  mengembangkan platform baru untuk kendaraan, dan memproduksi kendaraan secara bersama.

 

 

“Aliansi ini akan memperkuat posisi dan kemampuan kompetitif Mitsubishi dan Nissan di pasar otomotif dunia. Namun, Mitsubishi dan Nissan akan melakukan aktivitas branding, pemasaran, dan penjualan secara terpisah satu sama lain, dan  akan tetap  berkompetisi di pasar otomotif. Kami bekerjasama dengan cara yang tidak terlihat oleh konsumen.

 

“Tujuan aliansi ini untuk mencapai sinergi optimal di bidang pembelian, pembiayaan, berbagi platform, pengembangan teknologi terbaru, dan penciptaan pasar yang menguntungkan.” **Foto: Aditya Hanindyo/Istimewa

 

 

Osamu Masuko

Chairman of the Board and President (Representative Director) dan CEO Mitsubishi Motors Corporation

 

  • April 1972: Joined Mitsubishi Corporation
  • 1997-2002: Chief Advisor PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors
  • April 2003: Senior Vice President, Division COO of Motor Vehicle Business Div., Mitsubishi Corporation
  • June 2004: Managing Director, in Charge of Overseas Operations Group Headquarters, Mitsubishi Motors Corporation
  • January 2005: President, Chief Business Ethics Officer, Mitsubishi Motors Corporation
  • October 2007: President, Mitsubishi Motors Corporation
  • June 2014: Chairman of the Board, CEO, Mitsubishi Motors Corporation
  • June 2016: Chairman of the Board and President, CEO, Mitsubishi Motors Corporation (to the present)

15 Tahun Otoblitz