Awas, Rem Blong!

 

Mobil rem-nya blong kok dipakai!

 

Kalimat bernada kecaman itu memang terasa masuk akal. Namun, masalahnya, seringkali kita baru menyadari rem mobil tidak berfungsi dengan baik ketika sudah menjalankannya; terutama untuk mobil-mobil lawas.

 

Akibatnya?

 

 

Pasti fatal. Apalagi kalau Anda panik, lalu hilang akal untuk mengendalikannya.

 

Menurut catatan Safety Riding, Safety Driving milik Ikatan Motor Indonesia, melindas rasa panik adalah langkah awal yang harus segera Anda lakukan. Sebab, secara psikologi, kepanikan justru membuat Anda jadi tidak bisa berpikir normal.

 

 

Nah, setelah itu segera hidupkan lampu hazard sambil menekan klakson kuat-kuat agar kendaraan di sekitar tahu jika mobil Anda sedang bermasalah dan dalam keadaan darurat.

 

Berikutnya, cobalah untuk menginjak rem, dan rasakan. Kalau pedal rem terasa lembut dan bisa diinjak sampai menyentuh lantai mobil, kemungkinan mobil Anda kekurangan minyak rem atau mengalami kerusakan fungsi master silinder atau bermasalah pada bagian kaliper rem.

 


Maka, yang harus Anda lakukan adalah terus-menerus memompa pedal rem untuk mengembalikan tekanan rem. Lakukan hal ini meskipun kendaraan Anda telah dilengkapi teknologi ABS, alias Anti-lock Breaking System.


Sebaliknya, bila rem terasa keras, besar kemungkinan ada masalah pada pedal atau ada sesuatu yang mengganjal pedal rem. Coba cari tahu dengan kaki Anda, atau suruh penumpang mobil lain untuk bantu memeriksa.

 


Tapi, bagaimana kalau kedua masalah tadi tidak bisa diatasi?

 

Ada dua solusi. Pertama, manfaatkan efek kerja engine break. Caranya, dengan menurunkan gigi transmisi ke gigi yang lebih rendah. 

 

 

Jika mobil Anda bertransmisi manual, maka turunkan gigi secara bertahap dengan cepat. Kalau sedang berada di gigi 4, misalnya, turunkan secara bertahap ke gigi 3, 2, kemudian 1. Ingat, jangan turunkan gigi secara langsung. Dari gigi 4 langsung ke  2 atau 1, misalnya, karena itu hanya akan membuat mobil kian kehilangan kendali.

 

Kalau mobil Anda bertransmisi otomatis, lakukan sebaliknya: Turunkan gigi langsung ke tingkat terendah, atau langsung ke gigi 1. Cara ini biasanya akan membantu memperlambat laju mobil.

 

Pertanyaan berikutnya, bagaimana pula kalau semua cara yang dianjurkan tidak berfungsi?

 

 

Seandainya itu yang terjadi, tak ada pilihan, Anda terpaksa harus menggunakan rem tangan. Tapi, lakukan secara perlahan dan hati-hati. Sebab, kalau mendadak, kemungkinan besar Anda akan kehilangan kontrol atas mobil yang Anda kendarai.

 

Jadi, tarik rem tangan secara perlahan sambil terus merasakan gigitan rem di kaliper roda mobil, lalu atur tekanan pengereman darurat ini secara bertahap. Jika Anda sudah merasa
rem tergigit, pertahankan posisi itu sampai laju mobil melambat.

 

 

Namun, jika mobil tetap menggelinding dan terpaksa harus menabrak, carilah obyek yang terlihat “lunak dan aman”. Seperti pagar kayu, gundukan tanah, pasir, dan sejenisnya. Pastikan benda tersebut dapat menyerap benturan.

 

Langkah pamungkas setelah mobil benar-benar berhenti, mintalah pertolongan. Jangan mencoba untuk mengendarai mobil Anda kembali. Telepon mekanik untuk memperbaiki, atau mobil derek untuk menarik kendaraan ke bengkel terdekat. 

 

 

Namun, lepas dari seluruh solusi yang ada, yang terbaik adalah bila Anda mencek dulu kondisi rem mobil Anda sebelum berkendara. Itulah Safety Riding, Safety Driving yang sesungguhnya paling benar. 

Copyright © 2016 otoblitzclassic.com, All Rights Reserved

Finali Mondiali

Otoblitz TV

InstagramFacebookTwitter
restoration

Awas, Rem Blong!

 

Mobil rem-nya blong kok dipakai!

 

Kalimat bernada kecaman itu memang terasa masuk akal. Namun, masalahnya, seringkali kita baru menyadari rem mobil tidak berfungsi dengan baik ketika sudah menjalankannya; terutama untuk mobil-mobil lawas.

 

Akibatnya?

 

 

Pasti fatal. Apalagi kalau Anda panik, lalu hilang akal untuk mengendalikannya.

 

Menurut catatan Safety Riding, Safety Driving milik Ikatan Motor Indonesia, melindas rasa panik adalah langkah awal yang harus segera Anda lakukan. Sebab, secara psikologi, kepanikan justru membuat Anda jadi tidak bisa berpikir normal.

 

 

Nah, setelah itu segera hidupkan lampu hazard sambil menekan klakson kuat-kuat agar kendaraan di sekitar tahu jika mobil Anda sedang bermasalah dan dalam keadaan darurat.

 

Berikutnya, cobalah untuk menginjak rem, dan rasakan. Kalau pedal rem terasa lembut dan bisa diinjak sampai menyentuh lantai mobil, kemungkinan mobil Anda kekurangan minyak rem atau mengalami kerusakan fungsi master silinder atau bermasalah pada bagian kaliper rem.

 


Maka, yang harus Anda lakukan adalah terus-menerus memompa pedal rem untuk mengembalikan tekanan rem. Lakukan hal ini meskipun kendaraan Anda telah dilengkapi teknologi ABS, alias Anti-lock Breaking System.


Sebaliknya, bila rem terasa keras, besar kemungkinan ada masalah pada pedal atau ada sesuatu yang mengganjal pedal rem. Coba cari tahu dengan kaki Anda, atau suruh penumpang mobil lain untuk bantu memeriksa.

 


Tapi, bagaimana kalau kedua masalah tadi tidak bisa diatasi?

 

Ada dua solusi. Pertama, manfaatkan efek kerja engine break. Caranya, dengan menurunkan gigi transmisi ke gigi yang lebih rendah. 

 

 

Jika mobil Anda bertransmisi manual, maka turunkan gigi secara bertahap dengan cepat. Kalau sedang berada di gigi 4, misalnya, turunkan secara bertahap ke gigi 3, 2, kemudian 1. Ingat, jangan turunkan gigi secara langsung. Dari gigi 4 langsung ke  2 atau 1, misalnya, karena itu hanya akan membuat mobil kian kehilangan kendali.

 

Kalau mobil Anda bertransmisi otomatis, lakukan sebaliknya: Turunkan gigi langsung ke tingkat terendah, atau langsung ke gigi 1. Cara ini biasanya akan membantu memperlambat laju mobil.

 

Pertanyaan berikutnya, bagaimana pula kalau semua cara yang dianjurkan tidak berfungsi?

 

 

Seandainya itu yang terjadi, tak ada pilihan, Anda terpaksa harus menggunakan rem tangan. Tapi, lakukan secara perlahan dan hati-hati. Sebab, kalau mendadak, kemungkinan besar Anda akan kehilangan kontrol atas mobil yang Anda kendarai.

 

Jadi, tarik rem tangan secara perlahan sambil terus merasakan gigitan rem di kaliper roda mobil, lalu atur tekanan pengereman darurat ini secara bertahap. Jika Anda sudah merasa
rem tergigit, pertahankan posisi itu sampai laju mobil melambat.

 

 

Namun, jika mobil tetap menggelinding dan terpaksa harus menabrak, carilah obyek yang terlihat “lunak dan aman”. Seperti pagar kayu, gundukan tanah, pasir, dan sejenisnya. Pastikan benda tersebut dapat menyerap benturan.

 

Langkah pamungkas setelah mobil benar-benar berhenti, mintalah pertolongan. Jangan mencoba untuk mengendarai mobil Anda kembali. Telepon mekanik untuk memperbaiki, atau mobil derek untuk menarik kendaraan ke bengkel terdekat. 

 

 

Namun, lepas dari seluruh solusi yang ada, yang terbaik adalah bila Anda mencek dulu kondisi rem mobil Anda sebelum berkendara. Itulah Safety Riding, Safety Driving yang sesungguhnya paling benar. 

15 Tahun Otoblitz